Gejala Asma Bronkial

Dalam kasus gejala asma bronkial (termasuk jenis ekstrinsik) yang kronis pada saat menangani terjadinya serangan, dokter akan sering mendiagnosa hadirnya faktor kecemasan dan rasa panik. Keduanya adalah emosi yang sifatnya naluriah dan pada saat seseorang harus berjuang agar bisa bernapas. Seseorang yang mempunyai sejarah penyakit bronkitis di masa kanak-kanak sering tumbuh menjadi orang dewasa yang cenderung menderita penyakit asma yang alergik, sebagai akibat kelemahan bawaan dari masa kanak-kanaknya.

Gejala Asma Bronkial

Gejala Asma Bronkial

Gejala Asma Bronkial dan bronkokonstriksi yang diakibatkan oleh pemicu cenderung timbul seketika, berlangsung dalam waktu pendrk dan relatif mudah diatasi dalam waktu singkat. Namun saluran pernapasan akan bereaksi lebih cepat terhadap pemicu, apabila sudah ada atau sudah terjadi peradangan. Umumnya pemicu yang mengakibatkan Gejala Asma Bronkial bronkokonstriksi termasuk stimulus sehari-hari seperti :

– Perubahan cuaca dan suhu udara
– Polusi udara
– Asap rokok
– Infeksi saluran pernapasan
– Gangguan emosi
– Olahraga yang berlebihan

Gejala asma bronkial pada masyarakat biasa disebut dengan istilah bengek, asma, mengi, ampek, sasak ango, dan juga berbagai istilah lokal lainnya. Penyakit asma merupakan penyakit yang disebabian terjadinya gangguan pada jalan nafas obstruktif intermiten yang sifatnya adalah reversibel, dan ditandai dengan adanya periode seperti bronkospasme, dan peningkatan pada respon trakea serta bronkus pada suatu rangsangan yang menyebabkan terjadinya penyempitan pada jalur napas.

Penyakit asma bronkial sering dihubungkan dengan sel mast, eosinofil dan limfosit T. Sel mast merupakan salah satu sel-sel yang bisa melepaskan bahan kimia seperti contohnya adalah histamin. Histamin merupakan salah sat substansi yang membuat hidung mengalami sumbatan dan berair di musim dingin atau juga disebabkan karena demam. Eosinofil merupakan salah satu jenis sel darah putih yang berakitan dengan adanya penyakit alergi. Limfosit T adalah sel darah putih yang berkaitan dengan terjadinya peradangan dan alergi.

Sel-sel ini dan sel lainnya yang menyebabkan infalamasi mengalami perkembangan dari terjadinya peradangan pada saluran napas asma yang bisa memberikan suatu kontribusi untuk terjadinya hyperresponsive napas, dan keterbatasan dari aliran udara, gejala pernapasan, dan juga suatu penyakit kronis.

Salah satu pemicu yang berkaitan langsung dengan gejala asma bronkial pada anak adalah penyakit alergi dan juga penyakit pada saluran pernapasan lainya mmisalnya adalah penyakit sinus kronis, infeksi sakit telinga bagian tengah, dan penyakit polip hidung. Dan yang paling menarik dari asma bronkial ini adalah sebuah analisis yang baru-baru ini dilakukan padapenderita asma menunjukkan suatu gejala pada aleri dan asma lebih mempunyai peluang untuk mengalami jangkitan di malam hari karena asma bronkial, dan juga resiko kehilangan pekerjaan akibat asma, dan membutuhkan obat asma yang adekuat untuk mengontrol dari gejala asma bronkial yang terjadi pada mereka.

Dibawah ini ada beberapa pemicu atau penyebab gejala asma bronkial, yakni adalah :

  1. Asap rokok
  2. Infeksi pada pilek, penyakit flu, dan pneumonia.
  3. Alergi sejenis makanan, serbuk sari, jamur, tungau debu, dan juga akibat bulu binatang peliharaan.
  4. Melakukan latihan yang berlebihan
  5. Polusi udara serta racun
  6. Cuaca dingin yang ekstrim
  7. Makanan yang aditif seperti jenis MSG
  8. Obat-obatan sejenis aspirin dan beta blocker.
  9. Emosional seperti stres dan juga kecemasan berlebihan
  10. Aktivitas fisik yang berlebihan
  11. Parfum, rokok, dan juga jenis semprotan lain.

Diagnosis gejala asma bronkial dilakukan dengan cara menjelaskan asma berupa gejala atau tanda yang dialami saat serangan asma datang. Karena jenis asma bronkial ini tidak terjadi setiap saat  atau saat Anda sedang melakukan kunjungan berobat. Dan terapi asma bronkial yang bisa dilakukan seperti spirometri, peak expiratory flow, dan X-ray dada.

Terapi gejala asma bronkial :

  1. Spirometri
    Spirometri merupakan salah satu tes pada fungsi paru yang dilakukan dengan tujuan untuk mengukur kapasitas dari pernafasan dan juga seberapa baik Anda bisa bernapas, yang diukur dengan menggunakan sebuah alat yang disebut dengan spirometer.
  2. Peak Expiratory Flow (PEF)
    Tes in dilakukan dengan cara menggunakan sebuah alat yang disebut dengan nama peak flow meter. Cara yang dilakukan adalah dengan menghembuskan napas pada dalam tabung. Hal ini bertujuan untuk mengukur kekuatan dari udara yang keluar dari dalam paru-paru. Pemantauan dari aliran pada puncak yang akan memungkinkan Anda untuk bisa memantau udara di dalam paru-paru.
  3. X-ray dada
    Biasanya petugas kesehatan akan melakukan rontgen dada untuk mengetahui apakah ada penyakit lain yang bisa menjadi salah satu pemicu atau penyebab dari gejala asma bronkial ini.

Sebaiknya untuk penderita penyakit asma bronkial diwajibkan untuk menghindari pemicu terjadinya asma yakni adalah alergen yang bisa memicu asma kambuh dan alergi kambuh.

Gejala Asma Bronkial

Cara Pemesanan Obat Asma

Obat Asma Untuk Meringankan dan mengobati Penyakit Asma Beseerta Gejalanya, Serta Memperlonggar Saluran Napas, Anti Peradangan, Antibiotik Alami, Analgesik dan Memperbaiki Organ Yang Rusak

Harga Obat Asma 1 botol Isi 80 Kapsul = Rp.115.000,-

cara-pemesanan-cepat

Cara Pemesanan Cepat Obat Asma:

SMS ke 0818-0773-0772, tuliskan : Pesan Obat Asma, Jumlah Botol, Nama Anda, Alamat Kirim Lengkap dan Pembayaran Via Bank Apa


=====================================

>>> Kapsul Herbal Asma Untuk Mengobati Penyakit Asma dan Gejalanya, Klik Detail Disini!
=====================================


This entry was posted in Gejala Asma and tagged , , , , , . Bookmark the permalink.

Comments are closed.